NKRI HARGA DOLLAR/RUPIAH
NKRI HARGA DOLLAR/RUPIAH
BERAPA BIAYA NEGARA HABIS UNTUK JADIKAN SEORANG POLISI DARI PRAJURIT HINGGA " JENDERAL " BINTANG 4 ?
Perjalanan karier seorang polisi dari " Prajurit " ( Tamtama/Bintara ) atau " Taruna " ( Akpol ) hingga mencapai posisi puncak " Jenderal Bintang 4 " ( KAPOLRI ) memakan waktu " 30 " hingga " 35 tahun ", di mana komponen biayanya melekat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) yang berubah setiap tahunnya.
Secara tidak resmi dan melalui pendekatan " Estimasi " anggaran kedinasan, Biaya yang dihabiskan Negara untuk " Satu Orang Jenderal Bintang 4 " diperkirakan mencapai " 12 sampai 25 Miliar Rupiah ".
Rincian Pos Pengeluaran Negara untuk " Membentuk Seorang Jenderal Bintang 4 " dibagi ke dalam Tiga Fase Utama :
1. Fase Pendidikan Awal ( Pembentukan ) Seluruh biaya seleksi penerimaan hingga masa pendidikan di akademi sepenuhnya gratis bagi siswa dan ditanggung oleh APBN. • Jalur Akpol ( 4 Tahun ) : Negara membiayai seluruh fasilitas asrama, makan 3 kali sehari, seragam dari ujung rambut hingga kaki, serta uang saku bulanan taruna. Komponen operasional pendidikan kedinasan per taruna selama 4 tahun diestimasi memakan biaya sekitar " Rp 500 Juta – Rp 1 Miliar ". • Jalur Tamtama/Bintara ke Perwira : Jika mengawali karier dari prajurit bawah ( Tamtama/Bintara ), Negara mengeluarkan biaya pendidikan pembentukan awal ( sekitar 5 - 7 bulan ). Untuk naik ke golongan Perwira, mereka harus lulus seleksi dan menempuh pendidikan lagi di Sekolah Pembentukan Perwira ( Setukpa ) atau Sekolah Alih Golongan ( SAG ) yang juga dibiayai Negara.
2. Fase Pendidikan Pengembangan Kembangkan Karier Seorang polisi tidak bisa menjadi " Jenderal " hanya dengan ijazah pendidikan awal. Untuk naik ke jenjang Perwira Menengah ( Pamen ) hingga Perwira Tinggi ( Pati ), mereka wajib lulus dari berbagai sekolah lanjutan kedinasan yang Biayanya Sangat Besar dan dibiayai penuh oleh Negara melalui pos anggaran profesionalisme SDM Polri : • PTIK / STIK ( Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian ) • Sespimen ( Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah ) • Sespimti ( Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi ) atau Lemhannas ( Lembaga Ketahanan Nasional ). Rentetan pendidikan spesialisasi dan kepemimpinan selama puluhan tahun ini memakan biaya operasional Ratusan Juta Rupiah per program untuk satu orang siswa perwira.
3. Fase Gaji, Tunjangan dan Fasilitas Jabatan ( Selama ~ 35 Tahun ) Komponen terbesar yang dikeluarkan Negara justru berada pada masa dinas aktifnya. Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2024 tentang Peraturan Gaji Anggota Polri, negara membayar " Akumulasi Hak kedinasan " yang terus meningkat seiring pangkatnya : • Gaji Pokok & Tunjangan Melekat : Mulai dari pangkat terendah hingga sa'at menjabat " Jenderal Bintang 4 " ( gaji pokok tertinggi Rp 6.405.500 per bulan ). • Tunjangan Kinerja ( Tukin ) : Sebagai ilustrasi, Tukin untuk Perwira Tinggi berkisar Puluhan Juta Rupiah dan jabatan Bintang 4 ( KAPOLRI ) menerima Tukin sekitar " : Rp 43,6 Juta per Bulan " ( 150 % dari kelas jabatan 17 ). • Fasilitas Operasional Jenderal : Negara menanggung rumah dinas, kendaraan dinas mewah, pengawalan, ajudan, perjalanan dinas, hingga anggaran taktis kedinasan yang nilainya bisa mencapai Ratusan Juta per Bulan untuk menunjang tugas operasional ' Seorang Jenderal Bintang 4 ".