SEJARAH PERJALANAN KURS DOLAR AS DI INDONESIA SEJAK SUKARNO HINGGA PRABOWO
SEJARAH PERJALANAN KURS DOLAR AS DI INDONESIA SEJAK SUKARNO HINGGA PRABOWO *Quote Ala CJI " Cerdas, Jujur, Inovatif "* By Zaki CJI Kurs dolar AS terhadap rupiah bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah " termometer " kesehatan bangsa. Ketika rupiah menguat, daya beli rakyat cenderung membaik. Ketika rupiah melemah, harga impor, BBM dan utang luar negeri ikut tertekan. Namun, penting dipahami : naik - turunnya kurs bukan semata - mata karena presiden, melainkan dipengaruhi kondisi global, harga komoditas, perang, suku bunga Amerika Serikat, serta kebijakan ekonomi nasional.
*Ringkasan Perjalanan Rupiah terhadap Dolar AS* Era Presiden Kisaran Kurs USD/IDR SUKARNO * *_Rp 3,8_* → ribuan rupiah ( sebelum redenominasi 1965 ) SOEHARTO * *_Rp 250_* → *_Rp 16.800_* HABIBIE * *_Rp 16.800* → *_Rp 6.500_* GUS DUR * *_ Rp 6.500_* → *_Rp 10.000 – 15.000_* MEGAWATI * *_Rp 8.000 – 10.000_* SBY * *_Rp 8.500 – 12.000_* JOKOWI * *_Rp 12.500_* → *_Rp 16.000 - an_* PRABOWO ( hingga 2026 ) * *_Rp 15.800_* → *_Rp 18.000 - an_* Angka - angka di atas merupakan kisaran historis yang banyak digunakan dalam literatur ekonomi dan publikasi media berbasis data BI.
Era SUKARNO ( 1945 – 1967 ) Masa Revolusi dan Hiperinflasi Pada awal kemerdekaan, rupiah relatif kuat. Sekitar tahun 1950, nilai tukar tercatat sekitar *_Rp 3,8 per USD_*. Namun berbagai konflik politik, pembiayaan negara melalui pencetakan uang dan inflasi tinggi membuat rupiah melemah tajam. Menjelang pertengahan 1960 - an, inflasi Indonesia mencapai ratusan persen per tahun. Pemerintah melakukan sanering atau pemotongan nilai uang pada 1965. Pelajaran ala CJI : //" Uang tanpa produksi hanya menghasilkan inflasi. "//
Suharto B.J. Habibie Gus Dur alias K.H. Abdurrahman Wahid Megawati Soekarnoputri SBY Joko Widodo Prabowo
Urutan Era Kepemimpinan : 1. Soekarno ( 1945 – 1967 ) 2. Soeharto ( 1967 – 1998 ) 3. B. J. Habibie ( 1998 – 1999 ) 4. Abdurrahman Wahid ( 1999 – 2001 ) 5. Megawati Soekarnoputri ( 2001 – 2004 ) 6. Joko Widodo ( 2014 – 2024 ) 7. Prabowo Subianto ( 2024 – sekarang ) Perjalanan kurs dolar AS terhadap rupiah pada setiap era dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global, seperti inflasi, ekspor - impor, harga komoditas, kebijakan moneter, krisis keuangan serta kondisi geopolitik dunia.
*Kesimpulan Besar Ala CJI* Perjalanan dolar AS terhadap rupiah mengajarkan satu hal penting : Kekuatan mata uang lahir dari tiga fondasi : 1. Produksi nasional yang kuat. 2. Stabilitas politik dan hukum. 3. Kepercayaan pasar dan rakyat. Negara yang hanya mengandalkan impor akan rentan terhadap gejolak dolar. Sebaliknya, negara yang mampu melakukan hilirisasi, memperkuat pertanian, industri, energi dan teknologi, memiliki peluang lebih besar menjaga martabat rupiahnya.