OPINI HIJAU CJI HUTAN RAYA BANDUNG " ARBORETUM CJI " DI BEKAS TPAS LEUWIGAJAH
*OPINI HIJAU CJI* *HUTAN RAYA BANDUNG* *" ARBORETUM CJI ” DI BEKAS TPAS LEUWIGAJAH* By Zaki Di tanah yang dahulu penuh sampah, bau menyengat, longsoran maut dan luka kemanusiaan ( ratusan nyawa tertimbun ) … mengapa tidak dibangun sesuatu yang jauh lebih mulia ? Bekas TPAS Leuwigajah bukan sekadar lahan kosong. Ia adalah simbol kegagalan tata kelola sampah masa lalu - sekaligus peluang terbesar kebangkitan ekologis Bandung Raya. Kini saatnya kawasan itu diubah menjadi : *HUTAN RAYA BANDUNG* “ ARBORETUM CJI ” Sebuah kawasan konservasi, pendidikan, wisata ekologis, riset pohon tropis, hingga pusat cadangan oksigen untuk Bandung Raya. *LUAS KAWASAN* Total lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah " TPAS " Leuwigajah mencapai : * Kota Bandung : 45,12 Ha * Kota Cimahi : 11,10 Ha * Kabupaten Bandung Barat : 6,32 Ha * Pemerintah Provinsi Jawa Barat : 16,85 Ha TOTAL : 79,4148 HEKTARE Luas sebesar ini bukan lagi sekadar taman kota. Ini cukup untuk membangun : * Arboretum terbesar di Bandung Raya * Hutan Edukasi * Kebun Pohon Endemik Jawa Barat * Pusat Konservasi Bambu * Kawasan Riset Karbon * Danau Resapan Air * Jalur Tracking Ekologis * Pusat Edukasi Sampah dan Perubahan Iklim * Tempat Dahar Nu Kalaparan *DARI GUNUNG SAMPAH MENJADI GUNUNG OKSIGEN* Leuwigajah pernah dikenal dunia karena tragedi longsor sampah tahun 2005. Kini pertanyaannya : *Apakah kita akan terus mewariskan trauma ( bencana " _bad memory_ " permanen ) ?* *Atau mengubahnya menjadi simbol kebangkitan peradaban hijau ?* Bandung tidak kekurangan mal. Tidak kekurangan beton. Tidak kekurangan perumahan. Yang mulai hilang adalah : * Udara Bersih, * Sumber Air Bersih, * Ruang Hijau ( lain ruang dicet hejo ) * dan Keteduhan " Kedaulatan " Ekologis. Karena itu, Leuwigajah harus ( bin wajib ) berubah menjadi paru - paru raksasa Bandung Raya. *ARBORETUM CJI KONSEP BESAR* Arboretum bukan sekadar taman pohon. Ia adalah museum hidup. Tempat di mana masyarakat bisa mengenal : * pohon endemik Jawa Barat, * kayu langka Nusantara, * tanaman konservasi, * pohon pangan masa depan, * hingga spesies penyerap karbon terbaik. Pohon yang bisa dikembangkan : *Pohon Endemik Jawa Barat* * Rasamala * Puspa * Saninten * Huru * Ki Hujan * Kiara * Beringin *Pohon Kayu Bernilai Tinggi* * Khaya Anthotheca " Mahoni Uganda " * Jati * Gaharu * Merbau * Ulin * Mahoni ( Mahoni Lokal/Biasa ) * Eboni " Kayu Hitam " * Cendana Bali *Kawasan Bambu Nusantara* * Bambu hitam * Bambu petung * Bambu tali * Bambu ater *Pohon Pangan dan Satwa* * Aren/Kawung * Kemiri * Sukun * Damar * Kaliandra * Sengon * Kelor * Jambu Biji Merah * Sirsak * Sawo * Kalapa * Pisitan Monyet * Matoa * Alpuket BUKAN SEKADAR TANAM POHON Yang dibutuhkan bukan proyek seremonial tanam bibit lalu selesai. Tetapi : * restorasi tanah, * pengolahan gas metan, * konservasi air, * pembangunan ekosistem, * hingga pengembalian biodiversitas. Leuwigajah harus menjadi laboratorium hidup tentang : *Bagaimana manusia memperbaiki kesalahan ekologinya sendiri.* BANDUNG BUTUH HUTAN RAYA Bandung Raya menghadapi : * suhu kota yang terus naik, * banjir, * krisis resapan air, * polusi udara * dan berkurangnya ruang hijau. Maka Hutan Raya Bandung bukan lagi pilihan romantis. Ia kebutuhan darurat. Bayangkan : * Para Pelajar, * Santri * dan Murid Sekolah Rakyat belajar langsung tentang ekologi ( multi pohon ), * masyarakat menikmati udara segar, * peneliti mengembangkan konservasi, * Lansia dan Disabilitas " _healing_" * wisatawan datang menikmati hutan kota * dan ribuan pohon menyerap karbon setiap tahun. [ Jelema Lapar ( Saha wae) Kari Asup Ka Leuweung/Hutan Raya, Kaluar Beuteumg Buncir Jeung Wareg ] PESAN CJI Peradaban besar bukan diukur dari tingginya gedung. Tetapi dari bagaimana ia menghormati tanah dan alamnya. Jika bekas gunung sampah saja bisa diubah menjadi Hutan Raya, maka itu adalah bukti bahwa manusia masih punya harapan memperbaiki masa depan. HUTAN RAYA BANDUNG “ ARBORETUM CJI ” Dari Leuwigajah… untuk generasi yang akan datang. Bandung, Jum'at, 15 Mei 2026 Muhammad Zaki Mubarrok CEO CJI Citizen Journalism Interdependen Penggagas ARBORETUM CJI