DOMBA GARUT : ASET UNGGUL URANG TATAR SUNDA
DOMBA GARUT : ASET UNGGUL URANG TATAR SUNDA
Apakah nunggu DOMBA GARUT diklaim ( diaku milik ) bangsa lain ?
DOMBA GARUT : WARISAN GENETIK SUNDA YANG MULAI DILIRIK DUNIA Oleh : Zaki CJI Di sa'at banyak orang sibuk membanggakan sapi impor, tanah " Lemah Cai " Sunda diam - diam masih menyimpan salah satu ternak terbaik Nusantara : DOMBA GARUT. Banyak yang mengira Domba Garut hanyalah hewan kurban biasa. ( atau hanya domba adu/domba ketangkasan belaka ) Padahal tidak. Ini adalah plasma genetik unggulan Indonesia. Hasil persilangan domba lokal Priangan dengan Merino dan Kaapstad Afrika yang menghasilkan postur kuat, tanduk khas, daya tahan tinggi dan karakter agresif, namun terlatih. Dan sekarang datanya mulai bicara. Menurut data terbaru Badan Pusat Statistik ( BPS ) tahun 2025, populasi domba di Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar 5,56 juta ekor — tertinggi di Indonesia. Badan Pusat Statistik Indonesia Sementara khusus ras Domba Garut, data Bidang Produksi Peternakan DKPP Jawa Barat tahun 2025 mencatat populasinya telah mencapai sekitar 970.500 ekor yang tersebar terutama di Garut, Bandung dan Sumedang. Angka ini penting. Karena artinya : Domba Garut bukan lagi sekadar budaya lokal, tetapi sudah menjadi kekuatan ekonomi peternakan Jawa Barat. Masalahnya hari ini bukan soal jumlah. Masalah sebenarnya : apakah generasi sekarang masih mau menjaga kualitas genetiknya ? Karena Domba Garut bukan sekadar ternak pedaging. Ia membawa : * sejarah, * identitas budaya Sunda, * ekonomi rakyat, * seni tradisi, * hingga ketahanan pangan lokal. Di kampung - kampung Priangan, peternak lama memahami satu prinsip : “ Domba Bagus Lahir dari Rumput Bagus, Perawatan Bagus dan Kehormatan Pemiliknya. ” Itulah sebabnya Domba Garut dirawat seperti atlet. Makan dijaga. Latihan dijaga. Garis keturunan dijaga. Ironisnya, di sa'at negara lain sibuk melindungi plasma nutfah lokal, kita justru sering menganggap ternak lokal kalah gengsi dibanding impor. Padahal faktanya : Jawa Barat hari ini menjadi pusat populasi domba terbesar nasional. Dan Domba Garut adalah ikon utamanya. Kalau ini dikelola serius, bukan mustahil Domba Garut bisa menjadi : * komoditas ekspor, * pusat wisata budaya, * industri breeding nasional, * bahkan simbol peternakan modern berbasis kearifan lokal. Karena sejatinya, Domba Garut bukan cuma hewan. Ia adalah bukti bahwa tanah Sunda pernah membangun peradaban peternakan yang besar. " Apakah Domba Garut hanya akan jadi patung dan simbolis peresmian belaka ? " [ Hanya patung Domba Garut ] Dan mungkin … masa depan pangan Nusantara, diam - diam masih berdiri gagah di kaki Gunung Cikuray. — CJI
Bandung, Rabu, 12 Mei 2026
Muhammad Zaki Mubarrok