KEBON WAKAF RIZAL UL FIKRI
KEBON WAKAF RIZAL UL FIKRI
PROLOG KEBON WAKAF RIZAL UL FIKRI Gerak Aksi Nyata Menuju Kedaulatan dan Ketahanan Pangan By Zaki Di tengah berbagai tantangan zaman, kebutuhan akan kemandirian pangan bukan lagi sekadar wacana — ia menjadi panggilan nyata. Dari kesadaran inilah lahir sebuah langkah sederhana namun sarat makna : " Kebon Wakaf Rizal Ul Fikri ". Gerakan ini terinspirasi dari keteladanan mulia seorang shahabat Nabi, Sayyidina Utsman bin ‘Affan. Dalam sejarah, beliau pernah membeli sebuah sumur tua milik seorang Yahudi demi kemaslahatan umat. Sumur itu kemudian dikenal sebagai " Sumur Wakaf Utsman " — sebuah wakaf yang tidak hanya memberi manfa'at sesaat, tetapi terus mengalir hingga lintas generasi. Seiring waktu, wakaf tersebut berkembang luar biasa. Dari sebuah sumur sederhana, ia tumbuh menjadi perkebunan kurma produktif di Madinah. Bahkan, hasil pengelolaannya mampu membiayai berbagai program sosial, hingga memiliki aset besar seperti hotel bintang lima di Madinah, dengan nilai manfa'at yang terus berputar dan dirasakan umat. Hingga tahun 2025, wakaf tersebut tetap kokoh sebagai simbol keberkahan yang berlipat ganda. Semangat itulah yang kini coba dihidupkan kembali melalui " Kebon Wakaf Rizal Ul Fikri " — sebuah ikhtiar kecil yang diharapkan menjadi jejak besar di masa depan. Alhamdulillaah, sa'at ini telah tersedia lahan kebun seluas lebih dari 150 tumbak ( ±2.100 meter persegi ). Sebidang tanah yang bukan sekadar ruang, tetapi harapan. Harapan akan kemandirian, keberlanjutan dan keberkahan. Di atas lahan ini telah tumbuh berbagai tanaman keras yang bernilai ekonomi dan ekologis, di antaranya : * Pohon Mahoni Uganda * Pohon Kayu Manis * Pohon Jamblang * Pohon Pisitan Monyet Setiap batang yang ditanam bukan hanya investasi dunia, tetapi juga bagian dari sedekah jariyah yang terus mengalir. Ia menjadi simbol bahwa wakaf bukan sekadar memberi, melainkan membangun — membangun kehidupan, membangun ketahanan dan membangun masa depan. " Kebon Wakaf Rizal Ul Fikri " diharapkan tumbuh menjadi pusat kedaulatan pangan berbasis masyarakat, ruang pembelajaran, sekaligus ladang amal yang tak terputus. Dari tanah ini, semoga lahir keberkahan yang meluas — memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat dan generasi yang akan datang. Langkah ini mungkin kecil hari ini. Namun dengan niat, ikhtiar, dan keberkahan, ia bisa menjadi besar — sebagaimana jejak wakaf para pendahulu yang terus hidup hingga hari ini. Walloohu a’lam bil mu'rodih. Bandung, Senin, 4 Mei 2026 Muhammad Zaki Mubarrok CEO CJI Pengelola Utama " KEBON WAKAF RIZAL UL FIKRI "