SEJARAH BERDIRINYA CITIZEN JOURNALISM INTERDEPENDEN
SEJARAH BERDIRINYA CITIZEN JOURNALISM INTERDEPENDEN
*Sejarah dan Perjalanan Citizen Journalism Interdependen ( CJI ) : Dari Ruang Media Center Menuju Gerakan Jurnalisme Warga* Citizen Journalism Interdependen ( CJI ) merupakan sebuah gerakan jurnalisme warga yang lahir dari semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta keinginan untuk menghadirkan informasi yang jujur dan independen dari sudut pandang masyarakat. Organisasi ini resmi berdiri pada tanggal 20 Maret 2015, bertepatan dengan momentum bersejarah peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Pendirinya adalah Muhammad Zaki Mubarrok, yang lebih dikenal dengan sebutan Kang Zaki. Dengan latar belakang akademik sebagai Sarjana Sastra, Kang Zaki memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia literasi, komunikasi, serta gerakan sosial berbasis masyarakat. Dari kegelisahan terhadap arus informasi yang kerap terpusat dan kurang merepresentasikan suara akar rumput, lahirlah gagasan untuk membangun sebuah wadah jurnalisme alternatif — yang tidak hanya independen, tetapi juga saling terhubung dan saling menguatkan atau yang kemudian disebut sebagai “ Interdependen ”. CJI memiliki sejarah kelahiran yang unik dan sarat makna. Organisasi ini tidak lahir di ruang formal institusi media besar, melainkan di ruang Media Center Panitia Peringatan Konferensi Asia Afrika ke - 60 GEDUNG MERDEKA Bandung. Pada sa'at itu, berbagai elemen masyarakat, jurnalis, aktivis dan relawan berkumpul untuk menyukseskan peringatan peristiwa internasional tersebut. Di tengah dinamika itulah, ide tentang pentingnya jurnalisme warga semakin menguat. Ruang Media Center tersebut menjadi saksi " sejarah " awal terbentuknya komunitas yang berkomitmen pada penyebaran informasi berbasis partisipasi publik. Sejak awal berdirinya, CJI telah memiliki struktur kepengurusan inti yang menjadi fondasi organisasi. Muhammad Zaki Mubarok menjabat sebagai CEO Citizen Journalism Interdependen, berperan sebagai pengarah utama visi dan misi organisasi. Ia didampingi oleh Insinyur Suzy Herlina Kaliky yang menjabat sebagai Manajer, dengan tanggung jawab dalam pengelolaan operasional dan pengembangan organisasi. Posisi Ketua dipegang oleh Dimas, Albar Dimas, yang juga merangkap sebagai fotografer. Peran ini menunjukkan bahwa dalam CJI, fungsi kepemimpinan tidak terpisah dari praktik langsung di lapangan. Sementara itu, Fadhiel Ibnu Sina El Mubarrok menjabat sebagai Wakil Ketua sekaligus fotografer, memperkuat lini dokumentasi visual yang menjadi bagian penting dalam kerja - kerja jurnalistik warga. Sebagai sebuah gerakan, CJI tidak hanya berfokus pada produksi berita semata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. CJI mendorong setiap individu untuk menjadi “ pewarta ” di lingkungannya sendiri, mengangkat isu - isu lokal yang seringkali terabaikan oleh media arus utama. Mulai dari persoalan lingkungan, sosial, budaya, hingga kegiatan komunitas, semua menjadi bagian dari narasi besar yang dibangun oleh jurnalisme warga. Konsep “ Interdependen ” yang diusung oleh CJI menjadi pembeda utama dibandingkan dengan komunitas jurnalisme warga lainnya. Interdependensi menekankan pada hubungan saling ketergantungan yang positif antar anggota, dimana setiap individu tidak berjalan sendiri, melainkan saling mendukung, berbagi pengetahuan dan memperkuat satu sama lain. Dengan demikian, CJI bukan hanya sekadar organisasi, tetapi juga ekosistem kolaboratif. Dalam perjalanannya, CJI terus berkembang sebagai wadah pembelajaran sekaligus ruang ekspresi. Para anggotanya tidak hanya belajar tentang teknik jurnalistik seperti menulis, fotografi dan videografi, tetapi juga tentang etika, tanggung jawab sosial, serta pentingnya menjaga akurasi dan keberimbangan informasi. Lebih dari itu, CJI juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap isu - isu yang terjadi di sekitar mereka. Dengan melibatkan warga secara langsung dalam proses produksi informasi, CJI turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih melek media ( _media literate_ ) dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi. Kini, setelah lebih dari satu dekade berdiri, Citizen Journalism Interdependen terus menjaga semangat awalnya : menjadi ruang bagi suara - suara yang selama ini terpinggirkan, sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat dan informasi yang berkualitas. Dari sebuah ruang media center sederhana, CJI telah menjelma menjadi gerakan yang membawa semangat perubahan — bahwa setiap warga memiliki peran penting dalam membangun peradaban informasi yang lebih adil, terbuka dan berimbang.