TPAS LEUWIGAJAH : DARI BEKAS LUKA BENCANA JADI PARU - PARU KOTA
TPAS LEUWIGAJAH : DARI BEKAS LUKA BENCANA JADI PARU - PARU KOTA Penanaman Bersama : * Yayasan Gogogreen * BPDLH ( Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup ) * Komunitas Lingkungan Hidup * FOLU ( Forest and Other Land Use ) * Pemkot Cimahi Pada hari Rabu tanggal 29 April 2026 mulai pukul 08.00 WIB di Lahan Hijau Cireundeu Kota Cimahi bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah ( TPAS ) Leuwigajah Provinsi Jawa Barat.
TPAS LEUWIGAJAH : DARI BEKAS LUKA BENCANA JADI PARU - PARU KOTA *Eks TPAS Leuwigajah Dihijaukan, GoGoGreen Dorong Kesadaran Lingkungan dari Akar Rumput* CIMAHI, 29 April 2026 — Kawasan bekas Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) Leuwigajah yang dahulu dikenal sebagai simbol tragedi lingkungan ( menelan ratusan korban nyawa ), kini perlahan bertransformasi menjadi ruang hijau. Upaya ini salah satunya digerakkan oleh Yayasan GoGoGreen Kota Cimahi melalui program penanaman pohon dan edukasi masyarakat. Sekretaris Jenderal Yayasan GoGoGreen, Teh Eva Yohana, menegaskan bahwa kegiatan penghijauan di kawasan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang sempat rusak akibat pengelolaan sampah yang tidak memadai. “ Penanaman pohon ini adalah langkah awal untuk mengembalikan fungsi lingkungan. Ini bukan hanya soal menanam, tapi juga merawat dan menjaga agar kawasan ini kembali hidup, ” ujar Eva sa'at ditemui di lokasi bekas TPAS Leuwigajah. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai historis penting yang harus dijaga sebagai pengingat sekaligus pembelajaran bagi masyarakat agar kesalahan serupa tidak terulang di masa mendatang. Dorong Perubahan Pola Pikir Masyarakat Teh Eva menjelaskan, Yayasan GoGoGreen tidak hanya fokus pada kegiatan teknis seperti penanaman pohon, tetapi juga berupaya mengubah paradigma masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Sejumlah program yang dijalankan meliputi edukasi lingkungan, kampanye pengurangan sampah plastik, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan penghijauan. “ Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan itu tanggung jawab bersama, dimulai dari hal - hal kecil dalam kehidupan sehari - hari, ” katanya. Hadapi Berbagai Tantangan Meski demikian, upaya penghijauan di bekas TPAS Leuwigajah tidak lepas dari berbagai tantangan. Kondisi tanah yang masih terkontaminasi serta keterbatasan fasilitas menjadi kendala dalam proses penanaman dan perawatan pohon. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah juga menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. “ Perubahan tidak bisa instan. Dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan semua pihak, ” tambah Eva. Harapan Jadi Ruang Edukasi Lingkungan Ke depan, Yayasan GoGoGreen berharap kawasan bekas TPAS Leuwigajah dapat berkembang menjadi ruang terbuka hijau sekaligus pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat. Eva juga menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program penghijauan tersebut. “ Kami ingin tempat ini menjadi simbol kebangkitan kesadaran lingkungan, bukan lagi dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, ” ujarnya. Peran Masyarakat Jadi Kunci Eva mengajak masyarakat untuk mulai berkontribusi dari langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga ikut serta dalam kegiatan lingkungan. Menurutnya, perubahan besar hanya dapat terwujud jika dimulai dari kesadaran individu yang dilakukan secara konsisten. Apa yang telah dilakukan oleh Gogogreen merupakan sebuah kepeloporan nyata dan semoga segera bisa diikuti oleh Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat untuk menjadikan kawasan bekas TPAS Leuwigajah sebagai HUTAN RAYA BANDUNG RAYA. Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi pun mendukung penuh kegiatan penanaman bersama pohon tersebut. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kang Agus Irwan Kustiawan. Selaku Kepala Bidang Konservasi di Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Cimahi menjelaskan : " Kawasan bekas TPAS Leuwigajah memiliki nilai historis sekaligus ekologis yang sangat penting. Peristiwa longsor sampah yang terjadi di masa lalu ( menelan ratusan korban jiwa ) menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. " " DLH Kota Cimahi sa'at ini terus mendorong transformasi kawasan tersebut menjadi ruang terbuka hijau dan kawasan konservasi. Upaya penghijauan menjadi fokus utama, tidak hanya untuk memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. " " Perubahan pola pikir masyarakat dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas lingkungan dan masyarakat sangat diperlukan. Program konservasi tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat lingkungan. " pungkasnya.