DILANS : REFLEKSI 2025, RESOLUSI 2026
DILANS : REFLEKSI 2025, RESOLUSI 2026
*ADA JALAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN* Indonesia tidak baik - baik saja, demikian pula dunia. Berbagai krisis dan bencana yang saling berdatangan adalah momen untuk refleksi. Ketimpangan sosial masih menganga dan suara kelompok rentan sering kali terpinggirkan. Keinginan saja tidak cukup untuk membalikkan keadaan, apalagi upaya mengatasinya tidak dibarengi kejujuran, tekad serius, serta komitmen yang konsisten. Namun di tengah semua itu, selalu ada satu hal yang tersisa : pilihan. Ada Jalan ditengah ketidakpastian, berhenti sejenak untuk mendialogkannya. Karena masa depan tidak hanya peristiwa : ia dipilih, dibentuk dan diperjuangkan bersama.
Empat puluh narasumber dihadirkan dengan beragam latar : pembuat kebijakan, aktivis, ilmuwan, praktisi, LSM dan advokat. Beberapa nama diantaranya : Dante Rigmalia ( KND ), Atnike Sigiro ( Komnas HAM ), Tri Widodo Utomo ( LAN ), Pramono Anung ( Gubernur Jakarta ), Rachmat Witoelar ( ISER ), Muhammad Farhan ( Wali Kota Bandung ), Usman Hamid ( Amnesty Internasional ), Dandhy Laksono ( RESET Indonesia ), Jilal Mardhani ( Neraca Ruang ), Noer Fauzi ( Aktivis Reforma Agraria ), Ranjaminsyah ( Advokat ), Jalal ( Thamrin School ), Ari Mochamad ( WWF Indonesia ), Swary Utami Dewi ( Pakar Perhutanan Sosial ), Sunarman Sukamto ( RBI ), Hemasari Darmabumi, Dadang Sudarja ( LPBI NU ), Segah ( DILANS Indonesia ), Hendra Gunawan ( Matematikawan ITB ), Arief Wibowo ( ICLEI ), Puput ( KPBI ), Ahmad Basri ( Aktivis Difabel ), Hayati Setia Kartadinata ( Aktivis Pendidikan ), Corfied Magetan ( FKD Jawa Barat ) dan narsum lainnya.
*ADA JALAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN* Indonesia tidak baik - baik saja, demikian pula dunia. Berbagai krisis dan bencana yang saling berdatangan adalah momen untuk refleksi. Ketimpangan sosial masih menganga dan suara kelompok rentan sering kali terpinggirkan. Keinginan saja tidak cukup untuk membalikkan keadaan, apalagi upaya mengatasinya tidak dibarengi kejujuran, tekad serius, serta komitmen yang konsisten. Namun di tengah semua itu, selalu ada satu hal yang tersisa : pilihan. Ada Jalan ditengah ketidakpastian, berhenti sejenak untuk mendialogkannya. Karena masa depan Percakapan berfokus pada isu kesetaraan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial ( GEDSI ), Krisis Iklim sebagai tantangan sosial dan etis, serta keberlanjutan sebagai tanggung jawab jangka panjang. Dipandu oleh Farhan Helmy, Ustadz Muhammad Zaki Mubarrok dan Lian Lubis. Dialog ini dirancang sebagai ruang kewargaan yang bukan untuk memberi jawaban tunggal, melainkan untuk mendengarkan, menghubungkan pengalaman, pengetahuan dan kebijakan dalam merespon krisis dan ketidakpastian.
Simak dialognya di *DILANS Voices - Inclusion on Air*, www.dilansvoices.com, *Rabu, 31 Desember 2025*, pukul 16.00 - 24.00 WIB. Stay tuned! #indonesiainklusif #ecosocrights #NoOneLeftBehind #NothingAboutUsWithoutUs