PERINGATAN HARI PENETAPAN PENCAK SILAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA DUNIA
PERINGATAN HARI PENETAPAN PENCAK SILAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA DUNIA
Rangkaian kegiatan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pencak Silat Indonesia di Kantor KEMENPORA RI : 1. RAKERNAS DPP PPSI 2. DISKUSI PANEL PENCAK SILAT 3. FESTIVAL PENCAK SILAT TRADISIONAL 4. DEKLARASI JAWARA JAGA DESA
Kegiatan berlangsung hari Jum'at - Minggu, 12 - 14 Desember 2025 di Jakarta.
Kang Galih Santika, S.S., M.Si. Ketua Umum DPP PPSI mengatakan Rakernas PPSI bukan sekadar rapat, tapi tempat menyatukan ikhtiar menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di dada generasi.
Salah satu Agenda Besar tahun 2026 yaitu FESTIVAL PENCAK SILAT INTERNASIONAL di Kota BATAM Kepulauan Riau.
Festival Pencak Silat Tradisional menampilkan seluruh lapisan usia : anak - anak, remaja, dewasa dan lanjut usia ( lansia ). Penampilan paling unik yang menyedot perhatian peserta dan penonton adalah Atraksi Pencak Silat Para Penyandang DISABILITAS terutama sa'at Kang Anas dari Dewan Pimpinan Wilayah PPSI Jawa Barat tampil. Antusiasme penonton begitu besar.
DEKLARASI JAWARA JAGA DESA Rencama Deklarasi batal dilakukan karena tidak ada seorangpun datang perwakilan dari Kementerian Desa.
Selain DPW PPSI Jawa Barat yang datang juga hadir Ketua DPW Kepri, Jambi, Sumbar, DKI dan Jogja.
Semoga ke depan Persatuan Pencak Silat Indonesia ( PPSI ) mempunyai PESANTREN/PAGURON PENCAK SILAT TERPUSAT mulai usia dini, anak, remaja sampai dewasa. Para Pesilat dibina dan dididik secara khusus di Pesantren/Paguron sejak usia dini sampai dewasa. Para lulusannya menjadi para pemulia dan penjaga Tradisi Pencak Silat Tradisional Indonesia.
Aamiiin
Bandung, Minggu, 14 Desember 2025
Muhammad Zaki Mubarrok
CEO CJI
Citizen Journalism Interdependen & DPW PPSI Jawa Barat