ABAH ANDADINATA : TOKOH SILAT SUMEDANG
ABAH ANDADINATA : TOKOH SILAT SUMEDANG
SEKILAS SEJARAH SILAT DI SUMEDANG Sejarah silat di Sumedang mencakup aliran - aliran yang menyebar dari wilayah lain dan aliran yang lahir di sana, seperti Perguruan Tadjimalela yang didirikan oleh R. Djadjat Koesoemahdinata pada tahun 1974 dan dinamai dari Raja Sumedang Larang. Aliran lain yang populer dan turut berkembang di Sumedang adalah Silat Cimande yang dibawa oleh Eyang Khair, serta aliran seperti Ciung Wanara yang kemudian menyebar ke Sumedang dan daerah lainnya. Selain itu, ada pula Silat Gagak Lawung yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Sunda di Sumedang. Aliran Silat di Sumedang Perguruan Tadjimalela : Didirikan pada tahun 1974 oleh R. Djadjat Koesoemahdinata, nama perguruan ini diambil dari nama salah satu Raja Sumedang Larang, seperti dilansir Elib Unikom. Silat Cimande : Meskipun akarnya berasal dari Bogor, aliran ini juga berkembang di Sumedang. Eyang Khair adalah tokoh legendaris yang memperkenalkan Silat Cimande pada pertengahan abad ke - 17. Perguruan Ciung Wanara : Aliran ini menyebar ke Sumedang setelah berkembang di daerah seperti Bandung, Garut dan Tasikmalaya. Silat Gagak Lawung : Merupakan seni bela diri yang dikenal dan berkembang di Sumedang, yang juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Sunda. Padepokan Tajiwulung Galunggung : Padepokan ini juga memiliki sejarah dan rencana untuk membuka cabang di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di wilayah sekitar Sumedang, seperti yang disebutkan dalam suara independent.
Penca Silat di Sumedang memiliki ciri khas yang unik dan berbeda dari daerah lain di Indonesia. Penca Silat di Sumedang mempengaruhi kebudayaan lokal, terutama seni pertunjukkan tradisional Kuda Renggong , yang melibatkan gerakan - gerakan berbasis Penca Silat. Selain seni pertunjukan Kuda Renggong, Penca Silat juga memengaruhi budaya lokal, tarian tradisional Umbul yang dikenal dengan gerakannya yang melambangkan keanggunan dan kelembutan.
Di antara tokoh - tokoh penca silat di Sumedang yang terkenal adalah Abah Andadinata, seorang ahli pencak silat yang mengembangkan perguruan Gerak Badan. Penca Margaluyu Pusat dan terkenal dengan teknik “ Ngabret ”. Selain itu , ada juga tokoh - tokoh seperti Ki Bagoes Hadikusumo, Ki Oneng dan Ki Suro Banyutangi yang telah memberikan sumbangsih penting dalam perkembangan pencak silat di Sumedang.
Abah ANDADINATA adalah seorang pendekar legendaris asal Majalaya, Bandung, yang mendirikan perguruan silat Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat. Beliau diakui sebagai pencetus silat tenaga dalam Indonesia yang lahir dari penyederhanaan jurus awal keluarganya, Peksi Muih, yang dipadukan dengan ilmu hikmah. Pendiri Perguruan Silat : Abah Andadinata ( nama asli S. Andadinata ) mendirikan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat, yang merupakan salah satu perguruan silat tenaga dalam pertama di Indonesia. Pencipta Silat Tenaga Dalam : Beliau dikenal sebagai pencetus silat tenaga dalam, yang ia kembangkan dengan memadukan jurus awal Peksi Muih dari warisan keluarganya dengan ilmu hikmah yang didapatkannya, termasuk ilmu Haqmaliyah. Latar Belakang : Beliau lahir di Majalaya, Bandung, pada tahun 1893 dan wafat pada 30 Januari 1969. Pengaruh Ilmu Hikmah : Ketertarikannya pada ilmu hikmah bermula sa'at ia sering menghadiri pengajian di Cirebon dan diangkat menjadi murid oleh Ajengan Asep Samsudin. Pengakuan : Perguruan Margaluyu yang ia dirikan kemudian diresmikan setelah kemerdekaan Indonesia dan menjadi organisasi bela diri pertama yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.