KONGRES NASIONAL PERTAMA ASOSIASI HOLSTEIN INDONESIA
KONGRES NASIONAL PERTAMA ASOSIASI HOLSTEIN INDONESIA Bandung, 10 September 2025
Pada cetak biru persusuan nasional, bahwa target konsumsi susu di dalam negeri pada tahun 2026 akan terpenuhi sekitar 60%, dengan asumsi kemampuan produktivitas sapi perah sekitar 20 liter/hari, konsumsi susu meningkat menjadi 30 liter/kapita/tahun, populasi sapi perah menjadi 1,8 juta ekor, populasi betina laktasi menjadi 50 % dari populasi betina produktif. Namun, saat ini konsumsi susu nasional baru mencapai 16,5 kg/kapita, kemampuan rata - rata produksi sekitar 14 liter/ekor/hari dan populasinya berkisar 485.809 ekor. Pada saat ini ternyata kontribusi produksi SSDN belum beranjak sesuai dengan target yang dibuat, bahkan cenderung menurun dari base line 22 % masih di bawah 20 % untuk memenuhi kebutuhan Nasional. Menurut data Kementerian Perindustrian ( 2022 ) bahwa kebutuhan susu dalam enam tahun terakhir mengalami peningkatan dengan rata - rata 6 % per tahun, sedangkan produksi SSDN hanya tumbuh 1 % saja. Artinya diprediksi akan terjadi kesenjangan yang semakin melebar antara produksi SSDN dengan importasi susu, jika tidak dilakukan intervensi peningkatan produksi dan produktivitasnya. Dalam upaya peningkatan produksi SSDN, melalui pendekatan mutu genetik, pemerintah telah mampu menghasilkan pejantan - pejantan unggul hasil progeny test. Namun faktanya produktivitas SSDN masih belum meningkat sesuai harapan. Salah satu factor penyebab utamanya, adalah tidak adanya kelompok peternak breeders sebagai lembaga professional yang menangani aspek perbibitan. Hal ini telah disadari jauh - jauh hari oleh peternak mapun pemerintah, Pada tahun 1989, PPSKI bekerja sama dengan US Holstein membentuk AHI, demikian pula Dinas Peternakan Jawa Barat bekerja sama dengan JICA Jepang membentuk IDHIA ( 1997 - 2002 ). Namun kegiatan tersebut terhenti aktivitasnya, lembaga ini harus dihidupkan kembali. Pasalnya tujuan utamanya sangat mulia yaitu melakukan standarisasi produksi dan meningkatkan mutu genetik sapi perah Holstein yang sesuai dengan kondisi ekosistem iklim dan budaya Indonesia. Berdasarkan atas fenomena tersebut, didukung oleh iklim usaha dan kebijakan yang kondusif dari pemerintah saat ini, tokoh inisiator adalah Dr. Ir. Rochadi Tawaf, M.S., sebagai akademisi. Ir. Iman Karmawan, M.M., sebagai praktisi dan Arya Wicaksana, S.E. sebagai peternak berinisiatif mendirikan kembali Asosiasi Holstein Indonesia. Dalam rangka merealisasikan tujuan terbentuknya Bangsa Sapi Holstein Indonesia, AHI bekerjasama dengan Perusahaan Peternakan sapi perah skala menengah ( medium farm ) maupun skala besar ( mega farm ), mereka yang memiliki kelompok peternak binaan ( village breeding center ). Kerjasama ini, produknya berupa sapi - sapi bakalan hasil inovasi teknologi rekayasa genetic. AHI dan Perusahaan Peternakan sapi perah merupakan mitra Balai Perbibitan sapi perah milik pemerintah. Tugas pokok dan fungsi AHI yaitu mengawal, mengembangkan dan melakukan standariasi serta sertifikasi sapi perah Holstein Indonesia dalam bentuk bibit sebar kepada peternak. Kegiatan Kongres Tema Kongres AHI : " Membentuk Sapi Perah Holstein Indonesia untuk Membangun Persusuan Nasional ” Tempat Kongres di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov Jawa Barat, Jalan Ir. H. Djuanda No. 358 Bandung. Peserta Kongre berjumlah 55 orang yang terdiri dari : • Pendiri AHI ( Peternak, Akademisi, Praktisi, Koperasi, DPN dan Pemerintah/Ditjen PKH ). • Peternak Sapi Perah, • Perusahaan Peternakan Sapi Perah, • Koperasi Persusuan ( GKS, KPSBU dan KPBS ), • Para Ahli dari Perguruan Tinggi ( Unpad, UNS, UNHAS dan IPB ), • Lembaga Perbibitan Milik Pemerintah ( BIB Lembang. BBIB Singosari dan BET Cipelang ), • Dinas - Dinas Peternakan ( DKPP Jabar, UPTD Bunikasih, UPTD Cikole ) dan yang menangani peternakan di Jawa Barat, • Asosiasi Peternakan ( DPN, ISPI, PDHI, PPSKI ), • Para Mahasisa UKM - CBC Unpad dan • Para Pemangku Kepentingan lainnya. Kongres telah menetapkan : ( 1 ) Tata tertib dan Agenda Kongres Pertama Asosiasi Holstein Indonesia ( 2 ) Membentuk dan melantik pengurus AHI, dengan susunan pengurus AHI Periode 2025 - 2029 * Direktur Utama : Dr. Ir. Rochadi Tawaf, MS ( akademisi ) * Sekretaris : Arya Wicaksana, S.E. ( Peternak ) * Bendahara : Ir. Iman Karmawam, M.M. ( Praktisi ) * Direktur Pelaksanan : Afghan, S.Pt ( Profesional ) ( 3 ) Menetapkan Dewan Pengawas : * Ketua : Teguh Boediyana ( DPN ) * Anggota : Drh, Desi ( Dirbitprod ), Dedi Setiadi ( GKSI ), Aun Gunawan ( Peternak ) ( 4 ) Menandatangani akta pendirian di depan notaris----------------- ( 5 ) Menetapkan AD/ART ( 6 ) Menetapkan program kerja Wassalaam Sekretaris AHI Arya Wicaksana