CINTA " LEMAH CAI " TANAH AIR
CINTA " LEMAH CAI " TANAH AIR
Cinta Tanah Air sudah jadi slogan umum bagi seseorang dan atau komunitas yang ingin diakui sebagai bangsa Indonesia yang baik. Apakah dalam tindak aksi mereka buktikan dan praktekan slogan tersebut ?
Seorang Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang serius benar - benar terapkan slogan tersebut, maka " Lemah Cai " Tanah Air Indonesia pasti dia lindungi dan rawst serta jaga dari segala pengrusakan oleh siapapun baik yang mengatasnamakan bangsa Ind9nesia ( WNI ) apalagi bangsa asing ( WNA ). Fakta sampai sa'at ini lebih dari dua pertiga ( 2/3 ) wilayah NKRI sudah berada dalam genggaman dan cengkeraman swasta ( pengusaha ) dan asing.
Rusak adalah sebuah keharusan yang musti " Lemah Cai " alami. Tentu multi fihak hanya bisa dan mampu saling tuduh dan lempar tanggung jawab. Fakta mengerikan menerpa " Lemah Cai " Tanah Air Indonesia : 14.006.450 hektar lahan mangkrak, kritis dan terlantar.
" Lemah Cai " dalam bahasa Sunda berarti " tanah air " atau " tempat kelahiran ". Secara harfiah, " lemah " berarti tanah dan " cai " berarti air. Jadi, ungkapan ini merujuk pada tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan, kampung halaman. Istilah ini juga bisa merujuk pada rasa cinta dan ikatan emosional seseorang terhadap daerah asalnya. Misalnya, dalam sebuah sajak Sunda berjudul " Lemah Cai Kuring ", pengarang mengungkapkan rasa cintanya pada tanah airnya.
Bandung, Rabu, 6 Agustus 2025
Muhammad Zaki Mubarrok
CEO CJI
Citizen Journalism Interdependen