CATATAN SEJARAH KERAJAAN SUNDA ALA CJI – CITIZEN JOURNALISM INTERDEPENDEN
Zaki CJI29 Oktober 20265 menit baca
Kerajaan Sunda : Salakanagara, Tarumanagara, Sunda, Galuh, Pajajaran, Kasultanan Cirebon dan Banten
CATATAN SEJARAH KERAJAAN SUNDA
ALA CJI – CITIZEN JOURNALISM INTERDEPENDEN
CATATAN SEJARAH KERAJAAN SUNDA
ALA CJI – CITIZEN JOURNALISM INTERDEPENDEN
Dari Salakanagara hingga Kesultanan Banten : Jejak 1.700 Tahun Peradaban di Tatar Sunda.
Tanah Sunda bukan tanah tanpa sejarah. Jauh sebelum Indonesia menjadi republik, wilayah Jawa Barat dan Banten telah melahirkan kerajaan - kerajaan besar, mulai dari kerajaan bercorak Hindu - Buddha hingga kesultanan Islam.
Berikut catatan ringkas perjalanan sejarahnya.
1. SALAKANAGARA ( 130 – 362 M )
* Berdiri : sekitar 130 M.
* Pendiri : Dewawarman I.
* Pusat pemerintahan : Rajatapura, diperkirakan di kawasan Pandeglang, Banten.
* Berakhir : Sekitar 362 M.
Catatan : Sering disebut sebagai kerajaan tertua di Tatar Sunda. Namun, keberadaan dan kronologinya masih diperdebatkan karena bukti arkeologis langsung sangat terbatas dan banyak bersandar pada naskah Wangsakerta.
Salakanagara menjadi pintu awal kisah panjang peradaban kerajaan di wilayah Sunda.
2. TARUMANAGARA ( 358 – 669 M )
* Berdiri : Sekitar 358 M.
* Pendiri : Jayasingawarman ( Pendeta/Agamawan asal India ).
* Raja terkenal : Purnawarman.
* Pusat pemerintahan : diperkirakan di sekitar Bekasi dan wilayah Jakarta sekarang.
* Berakhir : Sekitar 669 M.
Tarumanagara meninggalkan bukti sejarah yang lebih kuat berupa prasasti, antara lain Prasasti Ciaruteun, Tugu dan Jambu.
Raja Purnawarman dikenal membangun " Saluran Air " untuk kepentingan Pertanian dan Pengendalian Banjir.
Catatan CJI : Zaman itu, pembangunan infrastruktur Air ternyata sudah menjadi urusan kerajaan !
3. KERAJAAN SUNDA ( 669 – 1579 M )
* Berdiri : sekitar 669 M.
* Pendiri : Maharaja Tarusbawa.
* Pusat Pemerintahan : awalnya Sundapura, kemudian Pakuan.
* Berakhir sebagai kerajaan merdeka : 1579 M.
Ketika pengaruh Tarumanagara melemah, Tarusbawa mengubah nama kerajaan menjadi Sunda. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak lahirnya Kerajaan Sunda.
Kerajaan Sunda berkembang menjadi salah satu kekuatan politik penting di Jawa bagian barat.
4. KERAJAAN GALUH ( Sekitar 669 – 1482 M )
* Berdiri sebagai kerajaan tersendiri : Sekitar 669 M.
* Pendiri : Wretikandayun.
* Pusat Pemerintahan : Galuh, kemudian Kawali, Ciamis.
* Berakhir sebagai kerajaan terpisah : Sekitar 1482 M.
Galuh berkembang di wilayah timur Tatar Sunda. Sungai Citarum menjadi batas penting antara wilayah kekuasaan Sunda dan Galuh dalam pembabakan sejarah tradisional.
Keduanya kemudian dipersatukan kembali dalam pemerintahan Sunda - Galuh.
Selanjutnya
Artikel Lainnya
5. PAJAJARAN ( 1482 – 1579 M )
* Berdiri : 1482 M.
* Tokoh pendiri penyatuan : Sri Baduga Maharaja ( Prabu Siliwangi ).
* Pusat pemerintahan : Pakuan Pajajaran, Bogor.
* Berakhir : 1579 M.
Di bawah Sri Baduga Maharaja, Sunda dan Galuh dipersatukan dalam satu kekuasaan besar yang dikenal sebagai Pajajaran.
Pajajaran menjadi simbol Kejayaan Politik, Budaya, Perdagangan dan Identitas Masyarakat Sunda.
Pada 1579, Pakuan Pajajaran jatuh setelah serangan pasukan Banten. Berakhirlah kekuasaan kerajaan Hindu terakhir yang besar di Tatar Sunda.
6. KESULTANAN CIREBON ( 1430 – 1677 M Sebagai Kesultanan Tunggal )
* Dirintis: 1430 M.
* Tokoh pendiri pemerintahan awal : Pangeran Cakrabuana ( Walangsungsang ).
* Tokoh Penting Perkembangan Kesultanan : Sunan Gunung Jati ( Syarif Hidayatullah ).
* Pusat Pemerintahan : Cirebon.
* Berakhir sebagai Kesatuan Politik Tunggal : Sekitar 1677 M, kemudian terpecah menjadi beberapa Kesultanan.
Cirebon menjadi salah satu Pusat Penyebaran Islam di Tatar Sunda.
Sunan Gunung Jati berperan besar dalam memperluas pengaruh Islam, Perdagangan dan Hubungan Politik dengan wilayah lain.
Cirebon kemudian berkembang menjadi pusat kebudayaan Islam dengan peninggalan keraton, masjid dan tradisi yang masih hidup hingga sekarang.
7. KASULTANAN BANTEN ( 1526 – 1813 M )
* Banten berkembang menjadi kekuatan Maritim dan Perdagangan Internasional. Pelabuhannya ramai dikunjungi pedagang dari berbagai bangsa.
* Puncak kejayaannya terjadi pada masa Sultan Ageng Tirtayasa ( 1651 – 1683 M ).
* Banten bukan sekadar Kerajaan, melainkan Pusat Perdagangan dan Kekuatan Politik penting di kawasan Selat Sunda.
RINGKASAN TIMELINE SEJARAH KERAJAAN SUNDA
Kerajaan : Berdiri : Berakhir : Pendiri/Tokoh Awal :
Salakanagara : 130 : 362 : Dewawarman I
Tarumanagara : 358 : 669 : Jayasingawarman
Sunda : 669 : 1579 : Tarusbawa Galuh : ± 669 : 1482 Wretikandayun
Pajajaran : 1482 : 1579 : Sri Baduga Maharaja
Cirebon : 1430 : ± 1677 M : Cakrabuana
* Banten : 1526 : 1813 : Maulana Hasanuddin
Cirebon tidak hilang pada 1677, tetapi terpecah menjadi beberapa Kesultanan.
Tahun - tahun di atas merupakan pembabakan sejarah, bukan seluruhnya tanggal berdiri dan bubar yang disepakati semua sejarawan.
CATATAN PENUTUP CJI
Sejarah Sunda bukan sekadar cerita tentang raja, mahkota, perang dan perebutan kekuasaan. Di dalamnya ada sejarah pembangunan irigasi, pertanian, perdagangan, pelabuhan, agama, kebudayaan, hingga tata pemerintahan.
Dari Dewawarman, Jayasingawarman, Tarusbawa, Wretikandayun, Sri Baduga Maharaja, Cakrabuana, Sunan Gunung Jati, hingga Sultan Hasanuddin.
Mereka hidup pada zaman berbeda, dengan keyakinan, kepentingan dan kekuasaan yang berbeda pula.
Namun, semuanya menjadi bagian dari mozaik sejarah Tatar Sunda.
PESAN CJI :
// Jangan sampai kita mewarisi tanah Sunda, tetapi tidak mengenal sejarahnya. Jangan sampai kita bangga menjadi orang Sunda, tetapi tidak tahu siapa yang membangun Peradabannya. //
Kenali Sejarahnya, Telusuri Jejaknya, Wawancarai Tokohnya, Dokumentasikan Faktanya !
ZAKI CJI – " MISSION IMPOSSIBLE ! "
// Catatan Metodologis CJI : Salakanagara khususnya perlu dibedakan antara tradisi historiografi lokal dan fakta yang sudah didukung bukti prasasti atau arkeologi. Sejarah Harus Berani Bercerita, tetapi juga Berani Memberi Tanda Tanya Ketika Bukti Belum Cukup. //
Saya berkeyakinan " CANDI JIWA " DI BATUJAYA KARAWANG JAWA BARAT Dibangun Pada Era " DINASTI KERAJAAN SALAKANAGARA " & Selesai Pada Era " KERAJAAN TARUMANAGARA ".
Tahun 1980 - an Situs CANDI JIWA DITEMUKAN Dan digali oleh Dua Orang ARKEOLOG asal EROPA salah seorang dari PERANCIS.
DAHSYAT & MEMILUKAN Lebih dari 60 % ARTEFAK DAN MANUSKRIP UTAMA/INTI DIRAMPOK DIBAWA KE EROPA.
SEJAK TAHUN 1980 - AN SAMPAI SA'AT DETIK INI ( 1980 - 2026 ) TIDAK BISA KEMBALI !
APAKAH BISA DAN MAMPU BANGSA INDONESIA, PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA WABIL KHUSUS " PRESIDEN PRABOWO DAN WAPRES GIBRAN " MENGAMBIL KEMBALI SEMUANYA KE TATAR SUNDA INDONESIA ?