AWAL, AKHIRNYA TIBA
AWAL, AKHIRNYA TIBA
Selarik Catatan tentang Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin
Oleh : Egy Massadiah
Namanya Awal. Dalam bahasa Arab, awwal ( أوّل ) berarti yang pertama, permulaan atau sesuatu yang mengawali. Nama itu terasa kembali menemukan maknanya ketika Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. mendapat amanah baru sebagai Kapolda Sulawesi Selatan. Bukan semata karena sebuah jabatan akhirnya datang, melainkan karena setiap perjalanan memiliki waktunya sendiri. Ada hal - hal yang menjadi berarti ketika hadir pada sa'at yang tepat. Awal kembali ke tanah kelahirannya, Makassar, setelah menempuh perjalanan panjang. Ia pernah memimpin di kewilayahan, bertugas dekat dengan pusat kekuasaan, menekuni dunia pendidikan dan organisasi olahraga, serta menjalankan berbagai penugasan di lingkungan Polri. Perjalanan itu mempertemukan pengalaman masa lalu dengan tanggung jawab baru. Jalan yang ditempuhnya memang tidak selalu lurus, tetapi setiap penugasan memberi bekal yang kini dibutuhkan. Saya mengenal Awal ketika Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo. Sa'at itu, Awal bertugas sebagai ADC atau ajudan Wakil Presiden pada periode 2017 – 2019, setelah sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara.
Dalam masa tersebut, kami beberapa kali berada dalam perjalanan yang sama : ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, ke Bangkok ketika JK bertemu Perdana Menteri, hingga London dalam sebuah agenda akademik. Perjalanan - perjalanan itu berlangsung dalam ritme kerja yang padat. Namun, dari sana saya mengenal Awal sebagai perwira yang tenang, sigap dan memahami tugasnya. Menjadi ajudan Wakil Presiden menempatkan seorang perwira dekat dengan pusat pengambilan keputusan. Ia mengikuti perjalanan kenegaraan, menghadiri pertemuan penting, serta melihat dari dekat bagaimana keputusan dibuat dan dijalankan. Selanjutnya, karier Awal bergerak melalui berbagai bidang. Ia memperoleh pangkat Brigadir Jenderal dan menjadi Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri, kemudian Analis Kebijakan Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri, kembali menjadi Widyaiswara Madya, hingga bertugas di Divisi Hukum Polri. Saya tidak melihat fase tersebut sebagai masa menunggu. Karier bukan perlombaan untuk mengetahui siapa yang paling cepat mencapai jabatan tertentu. Setiap orang memiliki garis waktunya sendiri. Dalam konteks itu, perjalanan Awal menunjukkan pentingnya pengalaman yang ditabung secara bertahap.
*WAKTU YANG MEMATANGKAN* Ada masa untuk bergerak cepat dan ada masa untuk memperdalam pengetahuan. Ada sa'atnya seseorang berada di depan, tetapi ada pula waktunya memperluas wawasan sebelum menerima tanggung jawab berikutnya. Awal memanfa'atkan fase tersebut, antara lain, dengan menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Administrasi Publik di Universitas Negeri Makassar. Penelitiannya membahas persoalan yang relevan dengan kepolisian sa'at ini, yaitu optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam membangun _public trust._