RAMALAN JAYABAYA : SIKLUS KEPEMIMPINAN
RAMALAN JAYABAYA : SIKLUS KEPEMIMPINAN
Pujangga Ranggawarsita dan Prabu Jayabaya - menyebutkan adanya Tujuh Tipologi Satrio ( pemimpin ) serta konsep puncak yang dikenal sebagai Satrio Piningit atau Ratu Adil. Berikut adalah rincian mengenai tipe pemimpin dan fenomena Satrio Piningit setelah era ke - 7 :
1. Tujuh Tipe Pemimpin ( Satrio ) Menurut Pujangga Jawa Dalam serat mitologi Jawa, sejarah kepemimpinan Nusantara sering dicocokkan ke dalam 7 tipologi karakter ksatria : * Satrio Wirang : Pemimpin yang selalu dirundung rasa malu atau menanggung beban penderitaan rakyat akibat era transisi kekuasaan ( sering dikaitkan dengan Soekarno ). * Satrio Mukti Wibowo : Pemimpin berwibawa tinggi yang membawa kemakmuran namun juga memiliki kekuasaan mutlak ( sering dikaitkan dengan Soeharto ). * Satrio Jinumput Sumela Atur : Pemimpin yang diangkat karena situasi darurat untuk mengisi kekosongan, bukan karena pemilihan umum langsung ( sering dikaitkan dengan B.J. Habibie ). * Satrio Lelana Tapa Ngrame : Pemimpin yang gemar berkelana mengelilingi dunia secara fisik maupun spiritual ( sering dikaitkan dengan GUS DUR ). * Satrio Piningit Hamong Tuwuh : Pemimpin yang memunculkan trah baru dan mengasuh nilai - nilai keturunan luhur. * Satrio Boyong Pambukaning Gapuro : Pemimpin yang hobi berpindah atau memindahkan ( seperti wacana perpindahan ibu kota ) demi membuka gerbang masa depan baru. * Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu : Pemimpin yang memiliki kedalaman spiritual sangat kuat laksana resi atau pemuka agama, serta mendapatkan petunjuk langsung ( wahyu ) dari Tuhan untuk membimbing bangsa.
2. Misteri Sosok " Satrio Piningit " ( Ratu Adil ) Kata " Satrio Piningit " secara harfiah berarti Ksatria yang Disembunyikan oleh Takdir. Dalam Artikel Satrio Piningit di Wikipedia, sosok ini digambarkan sebagai tokoh apokaliptik pembawa keadilan sosial yang setara dengan konsep Mesias dalam tradisi barat atau Imam Mahdi. Berdasarkan ramalan, ia akan muncul sa'at Indonesia memasuki masa - masa sulit, krisis moral atau situasi karut - marut ( Zaman Kalabendhu ). Ciri - Ciri Satrio Piningit dalam Ramalan : * Bersenjatakan Trisula Weda : Senjata ini ditafsirkan bukan sebagai tombak fisik, melainkan simbol tiga pilar utama : Kebenaran, Kejujuran dan Keadilan ( atau kesatuan antara Ilmu, Iman dan Amal ). * Berwatak Seperti Batara Kresna : Sangat cerdas, peka terhadap perubahan zaman, pandai membaca strategi masa depan dan tegas tanpa pandang bulu terhadap praktik KKN. * Sakti Tanpa Aji & Hidup Sederhana : Ia tidak mengandalkan jimat fisik atau latar belakang kekayaan yang mencolok, melainkan muncul dari kalangan rakyat biasa yang terbiasa hidup prihatin.
3. Kelanjutan Siklus Setelah Pemimpin Ke - 7 Setelah siklus pertama NOTONEGORO berakhir pada nama berakhiran TO ( Jokowi ), banyak pengamat budaya dan politik memprediksi awal dari siklus baru. Sebagian orang mengaitkan pemimpin berikutnya dengan kembalinya awal kata suku kata NO / GA ( misalnya mencocokkan suku kata tersebut ke nama - nama tokoh modern ), sementara sebagian lainnya percaya bahwa bangsa ini sedang berproses menuju era spiritualitas kepemimpinan yang lebih matang. Secara sosiologis, ramalan ini sering kali digunakan oleh masyarakat sebagai simbol harapan kolektif akan hadirnya kemakmuran dan keadilan sejati bagi seluruh Nusantara.