DARI SALAKANAGARA SAMPAI CIREBON & BANTEN
DARI SALAKANAGARA SAMPAI CIREBON & BANTEN
Jejak Panjang Kerajaan di Tanah Sunda
Tanah Sunda tidak lahir kemarin sore. Jauh sebelum berdirinya negara Indonesia, wilayah Jawa Barat dan sekitarnya telah mengalami perjalanan panjang : kerajaan silih berganti, pusat kekuasaan berpindah, budaya berkembang dan jaringan perdagangan semakin luas. Berikut garis besarnya :
1. SALAKANAGARA ± 130 M – abad ke - 4 M Salakanagara sering disebut sebagai salah satu kerajaan paling awal di wilayah Nusantara, dengan pusat kekuasaan yang secara tradisional dikaitkan dengan wilayah Pandeglang/Banten. Tokoh yang paling dikenal adalah Dewawarman I, yang dalam tradisi sejarah Sunda dianggap sebagai pendiri dinasti Salakanagara. Namun, perlu dicatat : bukti sejarah Salakanagara masih menjadi bahan perdebatan, karena sebagian informasi berasal dari sumber - sumber yang jauh lebih muda dibanding masa kerajaan tersebut. Kata kunci CJI : // « Awal jejak kerajaan di tanah barat Nusantara. » // ---
2. TARUMANAGARA ± abad ke - 4 – abad ke - 7 M Setelah periode Salakanagara, muncul Tarumanagara, salah satu kerajaan awal di Jawa Barat yang memiliki bukti epigrafis cukup kuat. Raja yang paling terkenal adalah Purnawarman. Nama Purnawarman ditemukan dalam sejumlah prasasti, antara lain Prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Tugu dan Muara Cianten. Tarumanagara dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengelolaan sungai dan wilayah pertanian. Prasasti Tugu, misalnya, berkaitan dengan penggalian saluran air. Jadi, sejak sekitar 1.500 tahun lalu, persoalan air, tanah dan pangan ternyata sudah menjadi bagian penting kehidupan politik. Kata kunci CJI : // « Air dikelola, tanah digarap, kerajaan dibangun. » // ---
3. SUNDA ± abad ke - 7 – abad ke - 16 M Setelah Tarumanagara memasuki masa akhirnya, muncul kekuatan politik yang dikenal sebagai Kerajaan Sunda. Dalam berbagai sumber, pusat kerajaan Sunda mengalami perpindahan dan perkembangan. Salah satu pusat pentingnya kemudian berada di Pakuan, yang secara umum dikaitkan dengan wilayah Bogor sekarang. Kerajaan Sunda berkembang sebagai kekuatan politik dan ekonomi di bagian barat Pulau Jawa. Hubungan dagang dengan berbagai wilayah juga berkembang, termasuk dengan dunia maritim Asia Tenggara. Kata kunci CJI : // « Sunda bukan sekadar nama budaya — Sunda pernah menjadi kekuatan politik. » // ---
4. GALUH ± abad ke - 7 – abad ke - 14 M Galuh berkembang sebagai kekuatan politik di bagian timur Tatar Sunda, terutama wilayah yang kemudian dikenal sebagai Ciamis dan sekitarnya. Dalam perjalanan sejarahnya, hubungan Sunda dan Galuh mengalami berbagai perubahan : pernah berdiri sebagai kekuatan yang berbeda, kemudian berada dalam hubungan politik yang semakin erat. Pada masa berikutnya, istilah Sunda - Galuh sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan politik di Tatar Sunda. Kata kunci CJI : // « Dua nama, satu kawasan budaya yang saling terhubung. » // ---