JEJAK " IKET PUTIH KANG DEDI MULYADI "
TAPAK SEJARAH " IKET PUTIH KANG DEDI MULYADI "
JEJAK IKET PUTIH KANG DEDI MULYADI Karya Dua Pegiat Iket Sunda di Purwakarta Oleh : CJI — Citizen Journalism Interdependen Iket bukan sekadar penutup kepala. Dalam budaya Sunda, iket adalah identitas, simbol kahormatan, kesederhanaan, sekaligus pengingat akan akar budaya dan jati diri urang Sunda. Di balik popularitas iket putih yang lekat dengan penampilan Kang Dedi Mulyadi, terdapat cerita tentang Dua Pegiat Budaya yang ikut merancang dan mengembangkan bentuk iket tersebut : Kang Dadang dan almarhum Kang Agus Roche. Keduanya dikenal sebagai Pegiat Iket Sunda yang memiliki perhatian terhadap bentuk, simpul, filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam iket. Dari tangan para pegiat seperti merekalah " Tradisi Iket " terus dirawat agar tidak berhenti sebagai benda lama, tetapi dapat hadir dalam kehidupan masyarakat Sunda masa kini. Kang Dadang bersama almarhum Kang Agus Roche menjadi bagian dari perjalanan awal perancangan “ Iket Dedi Mulyadi ” sa'at di Purwakarta. Iket Putih kemudian menjadi salah satu ciri visual yang kuat dan mudah dikenali dari sosok Kang Dedi Mulyadi. Bagi CJI, kisah ini menarik karena memperlihatkan bahwa sebuah simbol budaya tidak lahir begitu saja. Di belakang sebuah iket terdapat pengetahuan, keterampilan, kreativitas, persahabatan dan kecintaan terhadap budaya Sunda. Iket pun menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Yang dahulu dipakai para karuhun, kini kembali hadir di ruang publik dengan bentuk dan gaya yang lebih dikenal generasi sekarang. Dan di balik setiap simpulnya, ada tangan - tangan pegiat budaya yang bekerja dalam senyap. Kang Dadang masih melanjutkan jejak itu. Almarhum Kang Agus Roche telah berpulang, tetapi karyanya menjadi bagian dari catatan perjalanan sejarah Budaya Sunda. CATATAN CJI Budaya tidak selalu diwariskan melalui buku. Kadang ia diwariskan melalui simpul kain, melalui tangan seorang perajin/pegiat dan melalui orang - orang yang mau menjaga identitas leluhurnya. Iket Sunda bukan sekadar iket di kepala. Ia adalah ikatan dengan tanah ( lemah cai ), budaya dan jati diri. Keterangan gambar : Zaki CJI bersama Kang Dadang, salah satu Pegiat Iket Sunda yang bersama almarhum Kang Agus Roche menjadi perancang awal “ Iket Dedi Mulyadi ” di Purwakarta. CJI — Citizen Journalism Interdependen Produsen Ide Gila | Merawat Budaya, Merawat Bangsa
Bandung, Kamis, 27 Agustus 2026
Muhammad Zaki Mubarrok
CEO CJI
Citizen Journalism Interdependen