BISNIS VERSUS BISNIS
VOC BELANDA Muliakan Alam : " Dagang REMPAH " Jadi KAYA RAYA
BANGSA INDONESIA Hinakan Alam : " Mangkrakan TANAH " Jadi MISKIN PAPA.
BBANGSA INDONESIA Hinakan Alam : " Mangkrakan TANAH " Jadi MISKIN PAPA
_Bisnis VersuS Bisnis_ VOC Belanda Muliakan Alam " Dagang Rempah " Jadi Perusahaan Terkaya Se Dunia. Sungguh sangat luar biasa, kerennn pisan euy ! Berapa aset VOC Belanda ? VOC Belanda berdiri hanya di Tatar Sunda Nusantara. Tahun 1602 Masehi di Pandeglang Banten dan kantor pusat kedua pindah ke Batavia ( Jayakarta, Jakarta ) Sunda Kalapa. Aset VOC Belanda mencapai _7,9 Triliun $ US_ setara sekitar *_Rp 124.000 Triliun_* Sangat sayang seribu sayang, pasca keruntuhan VOC Belanda tidak ada raja - raja Nusantaran bahkan sampai Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dan merdeka ( presiden berganti ) tak seorang raja dan presiden pun yang tertarik dan serius _muliakan rempah - rempah_, maka bangsa Nusantara dan Indonesia pun kehilangan kemuliaannya. VOC Belanda bisa dan mampu bangun Negara Belanda dan Eropa. Bangsa Indonesia [ Pengusaha Cina, sebagian kecil pribumi dan asing ] Rusak Alam " Berdagang Tambang " Berapa aset mereka sejak NKRI merdeka ? Freeport rusak binasa, Hutan Raya Nusantara gundul dan mangkrak diganti Kelapa Sawit. Sungguh sangat tidak jelas siapa yang kaya raya dan berapa aset mereka. Satu hal yang sangat pasti yaitu Hutang Negara sampai detik ini mencapai katakan *_10.000 Triliun Rupiah_*. Prestasi terbesar dan fenonenal yaitu Hutang tersebut tidak pernah lunas ( dari sejak merdeka ). Aneh dan sangat nyata ! So, Sekolah dan Perguruan Tinggi sudah tidak bermakna. Hanya untuk bayar hutang _10.000 triliun rupiah_ saja sungguh tidak mampu dan tak berdaya. Sigana Guru Utama Ekonomi bangsa dan negara Indonesia harus diganti total. Jangan lagi berguru pada Amerika Serikat, Eropa, China, Inggris, Perancis dan Belanda. Plus Jepang. Harus berguru pada VOC Belanda. [ Pemulia Rempah - Rempah ] Bandung, Jum'at, 17 Januari 2025 Muhammad Zaki Mubarrok CEO CJI Citizen Journalism Interdependen