RAKRYAN SANCANG : PAMEUNGPEUK 591 MASEHI
RAKRYAN SANCANG : PAMEUNGPEUK 591 MASEHI
Posted by Zaki CJI, 14 February 2026
Penelusuran Jejak " Rakryan Sancang " : Tapak 1
Join our WhatsApp channel for updates!
Follow usTAPAK JEJAK Tahun 561 Masehi Raja Kerajaan Tarumanagara VIII Prabu Kertawarman naik tahta. Ibukota berada di seputar Bogor Raya. Sepuluh tahun kemudian 571 Masehi Kanjeng Rosulullooh Muhammad Shollalloohu 'Alaihi Wasallam lahir di Kota Makkah ( Jazirah Arab ). Dua puluh tahun berikutnya tepat 591 Masehi seorang " Anak Raja " lahir di Tatar Sancang Pameungpeuk Garut Selatan. Rakryan Sancang lahir dari rahim seorang Ibu bernama Nyi Arum Honje atau Nyi Arumhonje dan berayah Prabu Kertawarman ( Raja Tarumanagara ke VIII ). Juga pada tahun 601 Masehi lahir Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Jadi sangat menarik untuk kita telusuri bersama hubungan " Legendaris " antara 4 Tokoh Besar Dunia masa lalu : Prabu Kertawarman ( Tarumanagara seputar Bogor Raya ), Kanjeng Rosulullooh Muhammad SAW ( Jazirah Arab ), *Rakryan Sancang* ( putra Mahkota Prabu Kertawarman dari Tarumanagara) dan Sayyidina Ali bin Abi Tholib ( Jazirah Arab ).
Penting kita telusuri keterhubungan diantara mereka berempat. Tahun kelahiran mereka ( 561, 571, 591 dan 601 Masehi ) menunjukan keterhubungan mereka. Sangat masuk akal bahwa mereka berempat sempat bertemu dan terhubung. Artinya sangat jelas keterhubungan antara Prabu Kertawarman dengan Rosulullooh Muhammad SAW. Sangat bisa terjadi antara mereka berdua saling bertemu fisik dan saling mengunjungi.
Demikian pula pertemuan antara Rakryan Sancang ( Kakeknya bernama Candra Diwangsa/Candra Diwangsa ) dengan Kanjeng Rosulullooh Muhammad SAW dan Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Sangat wajar ketika Rakryan Sancang sering berkunjung dan bertemu Rosulullooh SAW serta Sayyidina Ali di Jazirah Arab. Mereka berdua pun sering berkunjung ke Tatar Sunda ( daerah Pameungpeuk Garut dan Tasik ).
Memang berbicara " Sejarah Masa Lalu " ( The Past History ) selalu sangat menarik. Intrik, fenomena, artefak ( terang/muncul/terbuka atau tersembunyi bahkan disembunyikan ) dan pro - kontra serta perdebatan ( beda pemikiran dan pendapat ) selalu membersamai perjalanan sejarah manusia kapanpun dan dimanapun.
Itulah unik dan menariknya sebuah " Penelusuran Sejarah ". Seperti saya sering katakan, In ( g ) syaa Allooh jejak sejarah ibarat potongan dan serpihan " pazzle " ( terpisah ) yang lambat namun pasti Terhubung Satu Sama Lainnya.
Aamiiin Semoga
Pameungpeuk - Sancang Garut Selatan, Sabtu, 14 Februari 2026
Muhammad Zaki Mubarrok
CEO CJI
Citizen Journalism Interdependen