DILANS VOICES : PERJUANGAN " SUARA LANGIT "
DILANS VOICES : PERJUANGAN " SUARA LANGIT "
Posted by Zaki CJI, 11 January 2026
Dilans Voices : Perjuangan " Suara Langit "
Join our WhatsApp channel for updates!
Follow usTatkala Mata Tak Mampu Melihat Tatkala Telinga Tak Mampu Mendengar Tatkala Mulut Tak Mampu Berkata
Hanya Suara di langit yang masih bermakna.
Hemasari Darmabumi https://open.spotify.com/episode/5380uOBsco6ticdLQrK7zh?si=yBU6ikmBTbmX9-hdipw51g RBM Kota Bandung telah berdiri sejak tahun 1985. Inisiatif awalnya berangkat dari pengembangan RBM di YPAC, yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi RBM Kota Bandung dan saat ini hadir di 30 kecamatan. Dalam proses tersebut, Dr. Ferial, seorang spesialis rehabilitasi medik yang pada saat itu juga menjabat sebagai Ketua YPAC, menjadi sosok yang sangat aktif dan berperan penting dalam pengembangan RBM. Beliau secara konsisten memberikan berbagai pelatihan bagi para kader serta menyusun banyak modul sebagai bahan ajar dan penguatan kapasitas kader RBM. Oleh karena itu, menjadi sebuah catatan reflektif ketika pada kegiatan Sosialisasi RBM tanggal 15 Desember 2025 di Aula Balai Kota, YPAC tidak diundang. Semoga hal ini semata - mata terjadi karena kekhilafan administratif, bukan pengabaian terhadap sejarah dan kontribusi penting YPAC dalam perjalanan RBM di Kota Bandung. RBM di Bandung tumbuh dari gerakan kader-kader masyarakat yang bekerja secara sukarela di tingkat RW, kelurahan, hingga kecamatan. RBM hadir sebagai wujud nyata dari upaya pemberdayaan penyandang disabilitas yang berakar kuat di keluarga dan masyarakat. Seorang mantan Ketua RBM pernah menyampaikan refleksinya: “ Tidak penting RBM memiliki banyak program. Yang terpenting adalah berapa banyak penyandang disabilitas yang benar - benar diberdayakan; berapa banyak yang sebelumnya tidak dapat bersekolah lalu bisa bersekolah; berapa banyak yang semula tidak mandiri kemudian tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berapa banyak orang tua yang awalnya menolak kehadiran anak dengan disabilitas, lalu mampu berdamai dengan dirinya dan menerima anaknya sebagaimana anak - anak lainnya. ” Perlu ditegaskan bahwa RBM berbeda dengan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis). RBM berfokus pada layanan dan pendampingan yang berbasis keluarga dan masyarakat, sementara OPDis berperan sebagai suara, representasi, dan pengawal hak-hak penyandang disabilitas.
Dante Rigmalia Dialog Akhir Tahun bersama Bu Dante Rigmalia, Ketua Komisi Disabilitas Nasional ( KND ). Usulan kelembagaan yang operasional di tingkat pusat dan daerah adalah harapannya bisa terjadi dalam waktu kedepan, diantaranya: suatu Badan yang secara khusus menangani disabilitas. https://open.spotify.com/episode/6yUTrlhQZco9KeMmsbToAZ?si=70lq_GAdTOuu4Twze9o_mQ
Jilal Mardhani https://open.spotify.com/episode/1B9xnsbWWA2XVdRYURfpHV?si=wx83jV2qQ42sGTdtDw9beg
Jalal https://open.spotify.com/episode/0iZqPOvLRJm3mCvHeT2YvX?si=w-AWiHbiThGUsNHLy6rKJQ
Kiriman Kang Farhan Presiden DILANS Indonesia
Bandung, Sabtu, 10 Januari 2026
Muhamma Zaki Mubarrok
CEO CJI
Citizen Journalism Interdependen